This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label ILMU UKUR TANAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU UKUR TANAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Tugas Surveyor pada Proyek Gedung

Surveyor atau disebut juga sebagai uitzet mempunyai bermacam tugas dalam pembangunan proyek gedung, secara umum pekerjaan surveyor berhubungan dengan pengukuran bangunan. tugas ini bisa dikatakan sebagai kunci pembuka dalam pelaksanaan proyek karena aplikasi gambar rencana ke dalam dunia nyata akan sangat tergantung pada keahlian uitzet dalam menerjemahkan bentuk dan ukuran gambar kedalam pelaksanaan konstruksi bangunan. disini kita bahas tugas surveyor dari awal sampai akhir proyek gedung.
Ilmu surveyor
Untuk dapat melakukan pekerjaan pengukuran dengan baik diperlukan beberapa ilmu yang dapat dipelajari dibangku sekolah menengah kejuruan SMK bangunan, kuliah teknik sipil maupun membaca blog ilmusipil.com :-) media berbagi ilmu teknik sipil danarsitektur. berikut ini ilmu yang perlu dipelajari oleh uitzet.
  • Ilmu ukur tanah.
  • Teknik gambar bangunan.
  • Pengoperasian alat ukur seperti waterpass, teodolit, dll.
  • Metode pelaksanaan bangunan.
  • Ilmu matematika.
Tugas surveyor pada proyek gedung
  1. Menentukan titik-titik batas araea proyek, ini diperlukan untuk pembuatan alur pagar proyek dan penentuan koordinat gedung.
  2. Membaca gambar dengan melihat bentuk dan ukuran bangunan untuk diaplikasikan dilapangan.
  3. Menentukan elevasi kedalaman galian pondasi dan lantai basement, kesalahan dalam penentuan elevasi ini dapat menyebabkan pemborosan pekerjaan urugan dan galian tanah.
  4. Menentukan as bangunan untuk mencari lokasi titik tiang pancang dan pile cap.
  5. Memantau kedataran cor beton pada pekerjaan lantai basement atau plat lantai diatasnya.
  6. Marking atau menentukan as kolom gedung, pada pekerjaan ini menggunakan istilah pinjaman as 1 m untuk mengecek apakah pembesian dan bekisting kolom sudah terletak pada posisi yang benar.
  7. Pengecekan ketegakan kolom dengan menggunakan waterpass atau benang ukur yang diberi bandul.
  8. Menghitung ketinggian elevasi cor kolom beton agar pas untuk menaruh balok dan plat lantai, kesalahan dalam pekerjaan ini dapat menyebabkan adanya bobok beton atau cor ulang untuk menambah ketinggia kolom.
  9. Pengecekan kedataran elevasi balok lantai agar sesuai dengan gambar rencana.
  10. Marking perletakan stek besi tulangan struktur diatasnya.
  11. Marking perletakan void dan lobang lift gedung agar berada tepat pada posisi rencana.
  12. Membuat as elevasi bangunan tiap lantai, dibuat dengan cara membuat garis pinjaman dengan ketinggian 1 m dari lantai gedung.
  13. Membuat dan Mengukur penurunan gedung setiap hari atau seminggu sekali untuk mengetahui apakah posisi gedung yang sudah dibangun berada pada kondisi aman.
  14. Marking posisi pekerjaan arsitektur seperti pemasangan dinding batu bata, pemasangan kepalaan keramik, penentuan posisi titik lampu, penentuan posisi sanitair toilet dll.
Begitulah kurang lebih tugas surveyor pada pengukuran proyek gedung yang pada kondisi tertentu bisa berkurang atau ada tambahan kewajiban sesuai kondisi dan situasi proyek, selamat bekerja pada seluruh surveyor yang ada diseluruh proyek gedung atau infrastruktur di Indonesia :-)

Data Ukuran Tanah yang diButuhkan Untuk Pembangunan

Kegiatan pembangunan memerlukan perencanaan yang matang sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, secara garis besar perencanaan bangunan menghasilkan tiga produk yaitu gambar bangunan, perhitungan rencana anggaran biaya bangunan (RAB), spesifikasi materialdan syarat-syarat bangunan yang biasa disebut sebagai RKS. untuk merencanakan dengan baik tentu diperlukan berbagai macam data yang mendukung kelancaran desain termasuk data ukuran tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek gedung maupun infrastrukturseperti jalan raya,sungai,pelabuhandan sejenisnya. disini kita akan bahas apa saja data ukuran tanah yang perlu dicari dan dipersiapkan sehingga siap dijadikan sebagai acuan desain bangunan.
ilmu ukur tanah
Data ukuran tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan
  1. Sertifikat tanah harus ada dahulu, karena percuma mencari data tanah komplit namun posisi tanah dalam sengketa sehingga kegiatan pembangunan mengalami hambatan.
  2. Bentuk tanah perlu dibuat dalam bentuk gambar sketsa lengkap dengan ukuran setiap sisi.
  3. Panjang dan lebar tanah, atau ukuran masing-masing sisi tanah apabila bentuknya tidak beraturan.
  4. Elevasi atau ketinggian setiap titik tanah yang diperlukan untuk pembuatan peta kontur.
  5. Data tes tanah seperti sondir, CBR tanah, kekentalan tanah, dan lainya. Data ini tidak diperlukan apabila bangunanya hanya berupa rumah tinggal tidak bertingkat. sedangkan untuk pembangunan gedung atau bangunan lain yang membutuhkan perhitungan kekuatan struktur dengan teliti maka data tanah harus lengkap.
  6. Data jenis tanah dan posisi kedalamanya dari permukaan, didapat dengan cara melakukan tes sondir.
  7. Data jalan disekitar lokasi rencana bangunan dibutuhkan untuk menentukan arah hadap bangunan dan rencana tampilan arsitektur eksterior.
  8. Posisi tanah tetangga dan bangunan yang ada sehingga dapat diputuskan bagaimana model arsitektur terbaik.
  9. Posisi arah mata angin perletakan tanah, dimana posisi timur, barat, utara dan selatan.
  10. Panjang dan kedalaman tanah apabila yang diukur adalah saluran air hujan seperti sungai atau waduk.
  11. Data curah hujan diperlukan untuk merencanakan debit air banjir sehingga ukuran sungai rencana masih dapat menampung jumlah air banjir yang lewat.
  12. Letak arah kiblat dibutuhkan untuk membangun tempat ibadah masjid atau mushola didalam rumah tinggal.
Data ukuran tanah diatas bisa diadakan semua untuk bangunan besar atau sebagian saja sesuai kebutuhan rencana pembangunan, dengan mempersiapkan data tanah dengan baik maka kita telah melakukan langkah awal untuk mendukung proses perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan bangunan. apakah ada data lain yang belum tertulis? bagi yang hendak koreksi atau menambahkan data tanah bisa berbagi disini semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari referensi tentang ini :-)

Cara Surveyor Mengukur Kolom Gedung

Kolom gedung adalah bagian tiang srukutur bangunan yang diletakan pada titik-titik tertentu sealigus berfungsi sebagai garis as gedung bagi uitzet. keberadaanya sangat penting dan perlu diperhatikan dari segi penggunaan bahan material, metodepelaksanaan sampai dengan pengukuran yang pas. Mengingat sangat fitalnya fungsi kolom ini maka angka toleransi maksimal kesalahan dalam mengukur adalah 1mm. Disini kita akan coba menjelaskan tentang cara surveyor mengukur kolom gedung. Sebelumnya kita gali terlebih dahulu bagaimana sebenarnya syarat pengukuran kolom yang baik dan apa saja alat yang dibutuhkan untuk mengukur.
Syarat ukuran kolom yang baik
  1. Tegak, tidak miring karena dapat menyebabkan gedung miring, retak atau bahkan runtuh.
  2. Berada pada titik rencana, tidak bergeser atau meleset.
  3. Ketinggian kolom sesuai elevasi rencana, pembuatan kolom beton bertulang yang lebih tinggi dari rencana berarti ada pekerjaan bobok beton, pembuatan kolom beton yang lebih rendah dari tinggi rencana berarti harus melakukan cor ulang untuk menyambung.
Macam-macam istilah dalam pengukuran kolom gedung
  • As kolom adalah titik pusat tempat kolom berdiri.
  • Garis pinjaman, bisa berupa garis sejauh 1 m dari as kolom, sedangkan pinjaman elevasi bisa berupa garis setinggi 1m dari finishing lantai. Pinjaman berfungsi untuk mempermudah pengukuran.
  • Elevasi adalah ketinggian bagian bangunan.
Peralatan untuk mengukur kolom
  1. Water pass atau teodolit.
  2. Rambu ukur
  3. Sipatan lengkap dengan benang dan tinta hitam.
  4. Sikat untuk membersihkan beton sebelum disipat.
  5. Meteran.
  6. Pensil.
  7. Unting-unting untuk mengukur ketegakan kolom.
  8. Dan alat lainya menyesuaikan kebutuhan.
Cara surveyor mengukur kolom gedung
  1. Menyiapkan semua peralatan ke lokasi kolom yang akan diukur.
  2. Membaca gambar shopdrawing untuk melihat letak posisi kolom, bentuk dan ukuranya.
  3. Memasang teodolit tepat diatas garis pinjaman tegak lurus dengan lantai dibawahnya, menyetel alat sehingga benar-benar tegak, datar dan siku dar garis pinjaman bangunan.
  4. Membidik teodolit pada area kolom yang akan diukur, surveyor lainya memegang pensil untuk diarahkan posisi titik yang pas sesuai hasil bidikan teodolit sehingga ditemukan dua titik rencana garis pinjaman.
  5. Menyipat dua titik pinjaman dengan alat sipatan sehingga membentuk garis pada lantai beton.
  6. Mengukur posisi kolom berdasarkan garis pinjaman, jika pinjaman 1 m maka posisi as kolom adalah sejauh satu meter dari garis pinjaman.
  7. Setelah penentuan titik kolom selesai maka bisa dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan dan bekisting. Lalu mengecek jarak bekisting dari garis pinjaman apakah sudah sesuai atau belum.
  8. Pengukuran ketegakan bekisting dengan unting-unting pada dua sisi yang berbeda.
  9. Setelah bekisting kolom berada pada posisi yang pas dan benar-benar tegak maka bisa dilakukan pekerjaan pengecorann, pengukuran tinggi kolom saat pengecoran bisa dilakukan dengan cara mengukur sisa cor dari puncak kolom.
Begitulan kurang lebih cara surveyor mengukur kolom gedung bertingkat tinggi, cara lain tentu saja masih banyak karena yang namanya teknologi itu terus berkembang sesuai dengan kreatifitas dan inovasi yang telah kita upayakan :- )